Call Us : ( +62 ) 839 654 62666
Senin - Sabtu : 10.00 - 22.00

Like us on Facebook

Minggu, 30 Agustus 2020

KOPI NAF'S

KOPI NAF'S atau NAF'S COFFEE adalah kopi istimewa dari daerah sumatera utara dengan kwalitas terbaik...  Kopi naf's diolah oleh ahli kopi yg sudah berpengalaman puluhan tahun dalam dunia kopi...
kopi naf's kwalitas terbaik

Aneka macam jenis kopi Nusantara:

1. Kopi Sumatera Utara ( kopi naf's )

KOPI NAF'S kopi istimewa dari sumatera utara kwalitas terbaik'

AKOPI NAF'S kopi istimewa dari sumatera utara kwalitas terbaikdd caption

foto: KOPI NAF'S kopi istimewa dari sumatera utara kwalitas terbaik

Saat kamu berada di kedai kopi, kamu akan melihat kopi ini pada buku menu. Salah satu kopi yang berasal dari Aceh dan hanya tumbuh di dataran tinggi. Rasa Kopi Gayo Aceh ini unik, enak dan tidak terlalu pahit baunya pun harum, ini menjadikan Kopi Gayo Aceh kopi terbaik di Indonesia.

2. Kopi Toraja



Jenis kopi.J
Jenis kopi. Foto: Istimewa

Kopi Toraja berasa dari Sulawesi Selatan. Kopi Toraja juga dianggap sebagai minuman premium. Jenis kopi ini memiliki rasa yang khas karena memiliki sentuhan kayu manis dan kapulaga.

3. Kopi Papua Wamena



Jenis kopi.J
Jenis kopi. Foto: dokdetikFood

Papua juga memiliki jenis kopi yang memiliki rasa asam yang sedang dengan aroma coklat dan floral. Istimewanya kopi lokal Indonesia jenis ini ditanam dengan cara yang masih tradisional dan tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida.

4. Kopi Kintamani Bali



Jenis kopi.
Jenis kopi. Foto: Nicky Loh/Getty Images

Jenis kopi ini biasa menjadi incaran para pecinta kopi. Ciri khas kopi Kintamani Bali ini mempunyai rasa yang pahit sekaligus bercita rasa jeruk, Ini dihasilkan karena petani kopi di Kintamani bertetangga dengan kebun jeruk sehingga ada aftertaste segar dari kopi Kintamani. Kopi jenis ini juga sudah berada di negara Eropa, Prancis dan Jepang.

5. Kopi Kothok



Jenis kopi.J
Jenis kopi. Foto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom

Ingin mencoba kopi dengan rasa tradisional? Kopi jenis ini wajib kamu coba. Kopi kothok merupakan tumbukan biji kopi yang diseduh bersama gula dan air di dalam teko, sehingga rasa yang dihasilkan lebih pekat memiliki ciri khas yang unik dan nikmat. Untuk menikmati kopi kothok ini bisa kamu temui di kedai kopi tradisional.

6. Kopi Luwak



Jenis kopi.J
Jenis kopi. Foto: Eko Susanto/detikcom
Siapa yang tak kenal dengan jenis kopi ini? Kopi yang memiliki rasa yang khas dan keasaman yang pas menjadikannya kopi termahal yang dimiliki Indonesia. Kopi yang dihasilkan dari kotoran luwak (Musang) ini menjadi incaran pecinta kopi. Prosesnya yang membuat kopi ini mahal. Kopi luwak terbaik adalah biji kopi yang dimakan oleh luwak liar dan dikeluarkan dalam bentuk kotoran lalu di olah.

sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-4914019/macam-macam-kopi-yang-harus-kamu-tahu-agar-tak-salah-pesan

Macam-Macam Kopi yang Harus Kamu Tahu, Agar Tak Salah Pesan!

NAF'S COFFEE adalah salah satu kopi murni dengan cita rasa tinggi tanpa campuran bahan lain dan diolah oleh ahlinya....

This image has an empty alt attribute; its file name is img_0933-1.jpg
ilustrasi gambar NAF'S Coffee by KOLES Coffee \ Dist PT. MIKA

BANDUNG -
Bagi kamu pecinta kopi atau yang ingin mencoba menjadi penikmatnya, ada baiknya mengenal macam-macam kopi. Mengenal macam-macam kopi akan membuatmu lebih mudah memesan kopi sesuai dengan selera.

Setiap negara memiliki jenis kopi yang tentunya berbeda rasa dengan kopi dari negara atau daerah lain . Hal ini dipengaruhi oleh tanah dan ketinggian tempat kopi ditanam.

Selain itu, perlu kamu tahu bahwa Ada dua jenis kopi, yakni arabika dan robusta. Cara membedakannya cukup mudah, bisa dilihat dari bentuk biji kopinya. Arabika memiliki bentuk biji sedikit memanjang agak pipih dan ukurannya agak besar. Sedangkan robusta lebih bulat dan terlihat padat serta ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan kopi arabika.

Macam-macam Minuman Kopi


Saat sedang di kedai kopi, kamu pasti akan kebingungan untuk memesan kopi jenis apa, agar tidak salah pesan berikut macam-macam minuman kopi yang bisa kamu coba.

  • 1. Espresso
Jenis kopi ini akan sering kamu temui jika sedang berada di kedai kopi. Kopi ini merupakan kopi hitam yang aromanya sangat kuat dan pekat. Kopi ini dihasilkan dari ekstrak biji kopi yang telah digiling. Secangkir espresso ini bisa kamu nikmati dengan menekan bubuk kopinya di dalam portafilter.
Macam-macam kopi. Foto: iStock

Espresso juga disebut dengan 'shot' karena penyajiannya murni dari seduhan kopi giling dan air yang mendidih tanpa ada tambahan susu, pemanis ataupun krimer.

 2. Americano

Macam-macam kopi.
Macam-macam kopi. Foto: Istimewa

Kopi ini merupakan campuran dari kopi espresso yang ditambahkan dengan air panas lagi. Awal mula terbentuk kopi Americano adalah saat warga Amerika ingin menikmati espresso yang tidak terlalu kental dan pekat sehingga mereka menambahkan air panas ke dalam espresso. Rasanya tetap pahit tanpa ada tambahan gila dan krimer.

3. Cappucino

Macam-macam kopi.
Macam-macam kopi. Foto: Maya Safira/Detikfood

Untuk kamu yang tidak terlalu suka dengan kopi yang terlalu pahit dan kental, kamu bisa mencoba kopi jenis ini. Cappucino merupakan campuran antara espresso, susu dan busa susu. Tekstur yang dimiliki cappucino ini juga halus dan memiliki rasa sedikit manis.

4. Latte

Macam-macam kopi.
Macam-macam kopi. Foto: iStock

Perlu diingat jika latte dengan cappucino itu jenis kopi yang berbeda. Komposisi kopi dan susu pada latte yaitu 3:1 dan lapisan busa susunya pun lebih tipis. Cocok untuk kamu yang ingin mencoba kopi dengan rasa yang manis.

5. Moccachino

Macam-macam kopi.
Macam-macam kopi. Foto: iStock

Moccachino merupakan jenis kopi campuran espresso, susu dan coklat. Penambahan coklat pada kopi ini membuat kopi lebih manis dan nikmat. Untuk menambah kenikmatan pada kopi Moccachino kamu juga bisa menambahkan whipped cream dan marshmellow.

6. Red Eye/ Black Eye

Macam-macam kopi.
Macam-macam kopi. Foto: iStock

Sudah terlihat dari namanya, jenis kopi ini adalah campuran dari espresso dengan kopi hitam. Rasanya yang sangat pahit ini membuat yang minum jadi lebih melek dan segar.

7. Affogatto

Jenis kopi ini juga sering berada di menu kedai kopi. Untuk menikmati kopi affogatto ini kamu akan diberikan es krim dan satu shot espresso, lalu espresso dituangkan ke atas es krim. Dengan begitu kamu akan merasakan rasa pahitnya espresso dan manisnya es krim yang nikmat.
Selain Kopi yang berasal dari mancanegara, Indonesia juga memiliki macam-macam kopi yang tidak kalah nikmatnya yang wajib kamu coba.

Sabtu, 29 Agustus 2020

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan



This image has an empty alt attribute; its file name is img_0929-1.jpgNAF'S COFFEE : Mr. Kusno ( ahli kopi red ) sedang menilai citarasa kopi hasil roasting putra tercinta Ahmad Dani Kusfito

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua biji kopi yang terbilang paling dikenal di dunia adalah robusta dan arabika.
Keduanya memiliki karakteristik berbeda mulai dari bentuk fisik, proses pengolahan, hingga rasa. Baca juga: Mengenal Kopi Arabika Yellow Caturra dan Arabika Juria asal Manggarai NTT Selain robusta dan arabika, sebenarnya ada banyak jenis kopi berbeda di dunia. Kebanyakan muncul atau tercipta karena kawin silang yang terjadi di alam atau dikembangkan oleh peneliti.
Tiap jenis punya karakter dan rasa yang berbeda juga.

Berikut ini perbedaan antara biji kopi robusta dan arabika.

Biji kopi robusta

Biji kopi jenis ini jadi yang paling banyak terdapat di dunia. Menurut William Heuw, owner dari brand Kopi Kangen, kopi robusta cenderung lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Kopi robusta juga lebih mudah dalam hal penanaman dan perawatan. Pohon kopi robusta hanya perlu ditanam di lahan yang berada di ketinggian di bawah 1000 mdpl. Karena itulah lahan kopi robusta juga cenderung lebih luas daripada kopi arabika.
“Kalau arabika kan harus di atas gunung. Di Indonesia juga kebanyakan robusta sih, petani lebih gampang untuk tanam juga,” ujar William pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

 Pohon kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian yang rendah, iklim yang panas, dengan kondisi air yang sedikit. Itu berpengaruh pada rasa kopi robusta yang cenderung tak senikmat arabika.

Sementara menurut Dadang Hendarsyah, selaku Unit Head da ICS Manager PT. Olam Indonesia Sunda Cluster, kopi robusta dalam proses pengolahan bijinya sangat sederhana. Para petani cenderung sering melakukan proses natural untuk biji kopi robusta.
“Mereka setelah dipetik itu dikuliti dan dikeringkan pakai oven. Prosesnya mudah jadi harganya juga lebih murah daripada arabika,” jelas Dadang pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).



Sementara dari bentuk, biji kopi robusta cenderung bulat. Untuk rasa kopi robusta cukup asam dan punya kandungan kafein lumayan tinggi.

Biji kopi arabika

Biji kopi arabika dianggap jauh lebih baik dan berkualitas dari biji kopi robusta. Biji kopi arabika cenderung tak tahan hama sehingga harus mendapatkan perawatan ekstra. Petani Indonesia tak terbiasa menanam arabika tapi menurut Dadang, beberapa tahun ini produksi arabika mulai meningkat.
Rasa kopi arabika cenderung lebih kaya daripada robusta, sedangkan bentuknya oval. Rasanya halus dan punya tingkat keasaman yang cukup tinggi dan kafein yang rendah.
“ Arabika penanamannya baiknya di atas 1000 atau 1500 mdpl,” ujar William.
Pohon kopi arabika harus ditanam di tanah yang berada di dataran tinggi. Menurut Dadang, tingkat pH dalam tanah pun berpengaruh. Ukurannya harus sekitar 5,6.

Selain itu tanah yang ada di dataran tinggi juga cenderung lebih gembur sehingga tidak terkontaminasi pestisida, menghasilkan biji kopi yang bagus.

Dari proses biji serta penanaman pun biji kopi arabika cenderung lebih rumit. Karena tak tahan hama, biji kopi arabika perlu dirawat secara intensif.
Menurut Dadang, biji kopi arabika punya kulit yang sensitif. Hal itu berpengaruh pada harga biji kopi arabika yang cenderung lebih mahal daripada robusta.
“Arabika harus di-pulping lalu fermentasi. Setelah itu dijemur sampai kering, dibuka kulitnya. Dikeringkan juga tidak boleh pakai oven, harus langsung dengan matahari karena kulitnya sensitif. Kalau dioven nanti akan mengubah cita rasa arabika,” jelas Dadang.
Menurut William, walaupun biji robusta dan arabika punya rasa yang cukup seragam di masing-masing jenisnya, tapi ada juga kopi robusta dan arabika yang berasal dari daerah origin berbeda akan memiliki rasa yang berbeda. Rasa kopi dipengaruhi oleh lokasi penanaman dan cara roasting serta penyeduhan yang dilakukan. Khususnya pada teknik roasting dan penyeduhan untuk mengeluarkan rasa khusus dari biji kopi tersebut.

“Tergantung roastery yang menggunakan berbagai teknik untuk mengeluarkan cita rasa berbeda. Misalnya, biji yang sama-sama dari Malabar tapi diproses di roastery berbeda. Rasanya mungkin bisa jadi berbeda,” jelas William.

This image has an empty alt attribute; its file name is rostery.jpg
Ilustrasi proses roasting biji kopi. (SHUTTERSTOCK/ARTEM VARNITSIN)

“Ada yang medium light, medium, dark roasting, medium to dark. Nah tahap roasting itu akan menciptakan rasa yang berbeda. Selain itu juga ada tahap penyeduhan yang membedakan,” lanjutnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_1008-1.jpg
Iustrasi proses ROASTING biji kopi ala Ahmad Dhani Kusfito \berastagi

Menurutnya, biji kopi pada dasarnya punya karakteristik masing-masing. Ketika proses roasting, proses itu akan memperkuat dan mengeluarkan karakteristik tersebut.
Maka dari itu banyak juga orang atau komunitas yang suka “mengulik” kopi. Mereka mencoba proses roasting dengan tingkat panas yang berbeda kira-kira akan menghasilkan rasa kopi seperti apa.
Setelah di-roasting, biji kopi pun masuk tahap penyeduhan. Teknik penyeduhan pun ada beragam. Menurut William, tahap ini juga akan menghasilkan rasa yang berbeda satu sama lain.
“Bisa ditubruk, bisa manual brew V60, aeropress, pasti nanti hasilnya berbeda. Ada yang body tebal, asamnya tinggi, rasa pahitnya terasa, macam-macam,” tutup William.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2020/06/01/202000727/apa-bedanya-biji-kopi-robusta-dan-arabika-mulai-dari-bentuk-rasa-sampai?page=all.
Penulis : Syifa Nuri Khairunnisa
Editor : Yuharrani Aisyah
This image has an empty alt attribute; its file name is img_1133-1.jpg
NAF'S COFFEE : Mr. Kusno ( ahli kopi ) berbagi ilmu kopi mulai dari pembibitan sampai hasil akhir kepada putra tercinta Ahmad Dani Kusfito











Kamis, 27 Agustus 2020

Sejarah Penyebaran Kopi

This image has an empty alt attribute; its file name is img_1018-1.jpg
gambar : kopi murni nikmat dengan cita rasa tinggi tanpa bahan campuran
produksi NAF’S Coffee \ didistribusikan oleh PT. MITRA KASIH by KOLES Coffee \ Charles MM SH


Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. 
Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika. Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab. Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. 

Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau RĂ©union sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya. Asal Kata Kopi Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi. 

 Kopi pada Zaman Dahulu hingga Sekarang Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari. Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu. Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan. Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung, menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag. Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok. Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.Berbagai Macam Kegunaan Kopi Berbagai Macam Kegunaan Kopi Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos dan juga kopi susu. Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya. Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya. 

 Kopi Arabika dan Kopi Robusta Meski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom. Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
This image has an empty alt attribute; its file name is img_1105-1.jpg
 gambar : biji kopi hasil olahan Mr kusno \ berastagi


Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini? Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa? Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks. 

 Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker. Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu. Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir NAF'S KOPI Anda! sumber : https://kumpulan.info/sehat/kopi-minuman-nikmat